Sabtu, 19 Mei 2012

another side

Diposting oleh Alya Khaira Nazhifa di 06.36 0 komentar

Kamis, 17 Mei 2012

song epic.

Diposting oleh Alya Khaira Nazhifa di 17.23 0 komentar

Rabu, 16 Mei 2012

there's no tittle to be told.

Diposting oleh Alya Khaira Nazhifa di 19.15 0 komentar


gak jelas ini apa, tapi di lanjutin aja dulu kwk. ceck it out ;)

Sucks.

Emelyn, cewek 15 tahun itu tampak menikmati sekali es krim vanilla nya, Tak sadar sebuat bola basket melayang ke arahnya.
Clup.
 Bola basket itu mengenai es krim vanilla-nya Emelyn,belepotan sudah mulutnya, bukan masalah belepotan es krim Vanilla tapi masalah sakit dan malu nya. Dengan wajah merah padam Emelyn langsung lari tanpa memerdulikan orang  siapa yang telah tega dan siapa saja tokoh tokoh yang melihat kejadian memalukan itu.
   Emelyn langsung mendobrak pintu WC  lalu menyambar wastafel dan cepat cepat  membersihkan  mulutnya  yang  belepotan  es krim vanilla saking sibuk nya membersihkan  mulut nya tak sadar dari tadi ada seorang cowo yang baru keluar dari WC memerhatikannya, “Hai” sapanya, namun Emelyn tidak menggubris perkataan cowo itu dia masih terlalu syok  dan mulutnya masih  perlu didinginkan setelah terkena bola basket tadi. Anehnya, si cowo tetap menunggu sampai Emelyn selesai.
   Selesai Emelyn membersihkan mulutnya, ia mengecek keadaan mulutnya masih utuh atau tidak di cermin, Di belakang nya masih ada cowo tadi. Emelyn menatap cowo itu dengan tatapan horor, membalik badan. “Hai” sapa cowo itu untuk kedua kalinya, dengan kikuk Emelyn hanya membalas dengan senyum kecut, tidak mau di sangka yang tidak tidak Emelyn segera keluar dari WC itu dan kembali ke kelas, tanpa memerdulikan cowo tadi.
  * * *

“Emelyn sayaaaaaaang!!” suara lembut namun lengking Beatrice, Sahabat Emelyn mengagetkan seisi kelas, “Apaan sih bee? Triak triak gitu,kalo gue jantungan gimana?” gumam Emelyn sambil ngelus ngelus bibir nya. “Lah,Elyn,bibir lo kenapa?” tanya Beatrice yang langsung nyadar ada yang aneh pada bibir Emelyn. “duduk dulu deh,bibir gue udah cape nih” Emelyn berlalu ke tempat Duduk mereka, Emelyn duluan membuka pembicaraan, “Sial,sial,sial” umpat Emelyn, Beatrice yang nggak ngerti langsung nimbrung dengan pertanyaan pertanyan  macam ibu yang khawatir pada anak nya , “Lu ngapain aja sih Lyn? Lu nyium tembok? Kalo lo sampe kenapa kenapa gimana?kalo ntar lo masuk rumah sakit dan ga sekolah sampe seminggu gimanaaa?” omel Beatrice yang sudah meremas tangan Emelyn, Emely menepis tangannya yang sudah sakit. “Stop,Stoppp!! udah bibir gue sakit,jangan nambahin penderitaan gue” Emelyn menunjuk nunjuk tanganya. “nah,kalo gitu crita dong.”
 Emelyn bercerita.
                                                      
     “Wah parah tuh,untung aja bibir lo kaga kenapa kenapa, ntar pulang skolah kita cari tu orang!” seru beatrice, tak sadar waktu keluar main yang panjang itu berakhir, bunyi bel tanda masuk sudah berdering, murid murid kembali ke tempat duduknya. Pembicaraan mereka berakhir di situ karena jam pelajaran kali ini adalah Fisika, dimana gurunya paling ganas tanpa ampun siapa lagi kalau bukan Pak Surya. Nggak ada yang berani ngobrol saat pelajaran Fisika di mulai, Pak Surya paling nggak suka sama anak yang ngobrol saat pelajaran berlangsung. Pernah kejadiaan saat itu teman sekelas mereka, Andi mengobrol dengan Randi langsung tanpa ba-bi-bu di keluarin dari kelas dan ga boleh masuk sampe pulang, parah banget ya?. Makanya Emelyn dan Beatrice paling takut ngoceh di pelajaran ini walaupun bisik bisik soalnya Pak Surya itu pendengarannya peka lho. Yaa,bisa bayangin pelajaran Fisika bakalan garing banget.
    Bel pulang sudah berbunyi nyaring, seisi kelas mulai riuh menyiapkan buku buku mereka.
   “Lyn,yuk nyari orang yang udah ngelemparin bola ke elo,dia harus tanggung jawab.” Ajak Beatrice yang langsung menarik tangan Emelyn, “Udah,gapapa biarin aja, kali aja dia ngga sengaja,lagian cara nyarinya gimana?” jawab Emelyn lugu, “Lah itu urusan gampang lyn.” Sahut beatric yang tetap berjalan sambil megangin tangan Emelyn.

***

Emelyn dan Beatrice Keluar dari kelas, Tiba tiba handphone Beatrice berbunyi dengan ringtone Coldplay  - Viva La Vida.
“bee,handphone lo bunyi tuh.”
“iye iye.”
Beatrice merogoh saku rok nya dan meraih handphone nya.
“halo” sapa orang di sebrang.
“ya?maaf ini siapa?”
“gue minta lo sekarang ke belakang sekolah deket labor komputer yang lama, cepetan ga pake lama, kalo nggak,awas.” Ancam orang di sebrang.
Telepon di putus.
Wajah beatrice berubah jadi bingung, perasaannya antara takut, curiga, dan beribu perasangka buruk lainnya.
“siapa bee?kok muka lo pucat gitu?” tanya Emelyn memecahkan pikiran ikiran buruk Beatrice.
“Lyn,ba..ba..rusan yang nelpon nyuruh gue ke deket labor komputer yang lama..lo temenin gue ya?” jawab Beatrice gemetaran.
“udah jangan cemes gitu bee,tenang aja..kalo sampe ada yang ngapa ngapain lo, hadepin gue!” Lagak Emelyn menunjuk dirinya.
***

 “Mana sih orangnya yang ngancem lu itu?”gumam Emelyn yang sudah tidak sabaran. “Mana gue tau lyn.”
“HEH kalian!!” terdengar teriakan cempreng dari belakang yang sudah khas di telinga mereka.  Emelyn dan Beatrice pun menoleh.
“Oh jadi elo?gue kiraiin siapa, ngapain lo pake telpon telpon bee segala hah?” Bentak Emelyn ke Sasha, Kakak kelas mereka yang songong nya minta ampun dan suka cari masalah sama adek kelas , Dilengkapi dengan dua orang bodyguard nya, Jessie dan Mia.
Tak kalah galak Sasha maju dan balik membentak “Heh lo,adek kelas ingusan,kampungan, eiuhh..minggir deh lo, gue punya urusan sama temen tengil lo ini!” Sasha menunjuk ke arah Beatrice yang tampak nya ketakutan.
 Beatrice dan Emelyn adaah dua sahabat yang saling melindungi, di saat Emelyn lagi keki, Beatric yang maju,Tapi kalau soal Sasha Beatrice paling takut. Trauma mendalam.
Emelyn menghadang Sasha yang tampak ingin melayangkan bogem mentah ke arah Beatrice yang sudah pasrah
“Lo mau ngapain hah? Cewe tapi kasar,lo mau nya apa hah?kalo mau adu jotos tuh sono adu boxing jangan main kasar!!” bentak Emelyn dengan galaknya.
Bosan dengan keberanian Emelyn, Sasha lebih memilih mundur dan ingin melakukannya kapan kapan saja.
“sorry,gue gak punya banyak waktu buat cewe sok berani kayak lo,tunggu pembalasan gue BEATRICE !!!” teriak Sasha sambil berlalu pergi, Diikuti dua bodyguard nya.
“DASAR CEWE GAMPANGANN!!!” Teriak Emelyn sambil menatap benci ketiga punggung yang berlalu dengan sok anggun. Emelyn meraih tangan Beatrice yang sudah terduduk lemah. “Bee,Lo gak boleh lemah gitu, kalo misalnya gue lagi nggak sama lo gimana? Lain kali lo jangan nurutin ancaman murahan gitu, ntar lo kenapa kenapa gue nggak bisa liat sahabat gue menderita karena masalah kecil dulu gitu doang.” Gumam Emelyn panjang lebar.
“i..i..ya lyn,gu..gu..e emang lemah..”ucap Beatrice. Beatrice bangkit dari duduknya. Mereka berdua pulang dengan perasaan kacau.
***
Sebelum cerita ini berlanjut, Sebaiknya kita lebih mengenal Emelyn dan Beatrice dulu. Emelyn dan Beatric dilahirkan dengan selisih 2 hari. Emelyn yang asli orang Indonesia, sementara Beatrice yang keturunan Indo-Australia. Ibu Emelyn adalah seorang guru SD, sementara Ibu Beatrice adalah seorang pengusaha besar. Awal mulanya, Saat ibu dan ayahnya Emelyn akan pulang dari rumah sakit, ingin membayar biaya administrasi persalinan Ibu Emelyn, saat petugas menyebutkan jumlah  biaya yang akan di bayar keduanya tidak menyangka akan sebanyak itu. Kebetulan, di detik itu juga,Ibu dan Ayah Beatrice juga akan membayar biaya administrasi. Mereka melihat kejadian itu, Tersentuhlah hati orang tua Beatrice dan mereka berniat untuk membayari, Sempat terjadi tolak menolak dari orang tua Emelyn, karena mana mungkin ada orang sebaik itu dan kenal pun belum. Akhirnya karena terdesak orangtua Emelyn menerima kebaikan orang tua Beatrice. Karena merasa tidak enak hati, Orang tua Emelyn berjanji akan mengganti biaya administrasi tersebut.
Disitulah bermula dimana kedua pasang suami-istri itupun menjadi akrab satu sama lain.
Beatrice dan Emelyn pun tumbuh semakin besar dan sering bermain bersama. Tanpa ada kata perjanjian keduanya seperti saudara. Walaupun  Derajat yang membedakan mereka berdua.
Di sinilah bermula persahabatan bahkan persaudaraan mereka berdua yang udah terikat dari kecil,dan takkan ada yang bisa memisahkan.
***

Ke esokan harinya setelah kejadian sepulang sekolah kemarin, dengan langkah gontai Beatrice menuju kelas. Tiba tiba di depannya berdiri sesosok perempuan berambut panjang terurai, berkulit putih, dan olesan tebal bedak di wajah mulusnya.
Sasha.
Masih dengan dendam lamanya yang meluap kali ini.Beatrice mencoba kabur tapi tangannya sudah di pengang erat erat oleh kedua bodyguard Sasha, Jessie dan Mia. Beatrice di bawa ke gudang lama sekolah. Dengan secercah harapan Beatrice berharap Emelyn datang dan menolongnya. Tapi harapan itu buyar seketika, Setelah tangan Sasha mendarat di pipi beatrice yang putih bersih.
“AGHRRRR” riuh kesakitan Beatrice hasil tamparan Sasha yang penuh dendam.”Itu baru sedikit Beatrice Abigaill!! Gak seberapa yang udah lo lakuin sama gue HAHHAHAHA!!!” teriakan seperti nenek lampirnya Sasha, dan di lanjutkan dengan tertawa dua nenek lampir lagi, Jessie dan Mia.
Setetes kristal bening mengalir lembut di pipi putih bersih Beatrice.
Bel tanda pelajaran di mulai sudah berdering nyaring. Sasha dan kedua bodyguardnya berlalu puas dan meninggalkan Beatric sendirian di gudang yang gelap sendirian dan tak bisa keluar, Sasha menguncinya.

***
“Ran,lu liat Bearice gak? Tumben nih dia telat.”tanya Emelyn kepada Rani, yang juga akrab dengan Emely dan Beatrice.
“wah gue nggak liat tuh..mungkin aja telat.”jawab Rani santai.
Perasaan nggak enak sudah dirasakan  Emelyn. Bergegas dia keluar kelas dan mencari dimanapun Beatrice. Bayangan Sasha melintas di fikrannya, tidak ingin mencari masalah pagi pagi Emelyn mencari ke penjuru sekolah. Pikirannya terbesit ke tempat tempat yang mungkin saja ada Beatrice di sana, gudang,ya mungkin gudang!
GRUBRAK!
Pintu gudang di dobrak paksa Emelyn,feeling nya benar. Beatrice ada di sini. Terduduk sendiri sambil terisak. Beatrice menoleh.”Emelyn?” gumamnya di tengah isakannya.
Emelyn tanpa ba-bi-bu langsung menarik tangan Beatrice untuk segera mungkin keluar dari gudang ini, menurut gosip gosip yang beredar, Gudang ini ada penghuni nya. Makanya Emelyn cemas banget kalau sampai Beatrice kenapa kenapa.
“Beatrice, gue udah tau siapa yan ngelakuin ini semua sama lo,gue akan buat perhitungan.” Desah Emelyn.
Merekapun berlari keluar untuk segera mungkin kembali ke kelas.
“Emelyn,Beatrice, kenapa kalian terlambat? Ada apa?” ibu Kara,guru Bahasa Inggris yang cantik kelihatan kebingungan dengan keadaan yang tidak biasa ini.
“Ada masalah sedikit bu,maaf bu.” Jawab Emelyn singkat dan berlalu ketempat duduk karena masih ngosngos-an. “Kalau ada masalah cerita ke ibu,nah loh,Beatrice kenapa matanya merah?” tanya Bu Kara masih penasaran.karena sudah muak dengan dendam Sasha dengan Beatrice dan Emelyn akhirnya Emelyn menyerah dan lebih memilih menceritakan kejadiannya.
Panjang lebar Emelyn menceritakannya, sudah 15 menit jam pelajaran terpakai,mulai dari bagaimana asal mulanya kenapa Sasha membenci Beatrice dan Emelyn. Teman teman yang lain pun antusias mendengarkan, ada yang simpati, terharu, dan ikut kesal kepada Sasha.
Selesai Emelyn bercerita Ibu Kara memutuskan untuk memanggil Sasha ke ruang BK sepulang sekolah.
Pelajaran Bahasa Inggris pun berlanjut, Di lanjutkan dengan Pelajaran yang lain,Sampai waktunya pulang.
***
Alasan mengapa Sasha dendam dengan Beatrice dan Emelyn hanya simpel. Yaitu: IRI . Sasha hanya iri, mengapa Beatrice labih cantik dari Sasha, sementara sebelum Beatrice dan Emelyn, Sasha lah idola di sekolah ini, Kalau dengan Emelyn, dia tidak secantik Beatrice, hanya saja dengan wajah oriental nya dengan kulit kuning langsat, ditambah dengan kepintarannya di berbagai mata pelajaran serta olimpiade olimpiade yang di menangkan Emelyn membuatnya terkenal di penjuru sekolah. Sedangkan Beatrice, Wajah keturunan indo-Aus , rambut ikal coklat,dan tinggi semampai menghiasi penampilannya. Kebencian Sasha ditambah lagi saat Beatrice tidak sengaja menginjak tali sepatu Sasha dan membuat Gadis itupun terjatuh dan terjerembap ke tanah, Malu dan sakit menambah kebencian Sasha kepada Beatrice, dan di tambah lagi Emelyn yang selalu membela Beatrice.
Mulai saat itu, Sasha sangat membenci Beatrice dan Emelyn. Walaupun masalahnya sangat sepele.
***
Sepulang  sekolah Sasha, Emelyn dan Beatrice di panggil  ke ruang BK untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.
“Bukan saya yang melakukkannya pak!! DIA BOHONG!!!” bentak Sasha, “Tenang,sha,tenang,kita selesaikan ini baik baik.” Pak Mulyo,guru Bk menenangkan Sasha.
Suasana di ruang BK sangat tegang,ini pertama kalinya Emelyn dan Beatrice masuk ke ruang BK dengan masalah khusus.
Setelah berbincang bincang lama, akhirnya Sasha mengakui kesalahannya, Dan meminta maaf, dia bercerita panjang lebar tentang meninggal nya ibunya dan membuat dia menjadi tempramental. Ternyata dugaan orang orang tentang Sasha selama ini salah. Sasha, Gadis yang menyimpan banyak luka di hatinya.

Sasha sudah di tinggal ibunya sejak umur 5 tahun. Sewaktu Ia dan ibunya menyebrang jalan, keduanya di tabrak lari oleh sebuah mobil truk,  Ibu Sasha lebih mementingkan keselamatan Sasha, lalu mendorong nya hingga ketepi jalan, Tidak sempat menyelamatkan diri, Ibu Sasha Tewas mengenaskan terlindas truk. Sasha kecil tak berdosa menyaksikan kejadian itu.
Kejadian yang sangat memilukan hati, setelah di tinggal ibu nya, Sasha menjadi anak yang sensitif, mudah marah, temprament dan sifat sifat buruk lain yang memudarkan kecantikannya.
Pertumpahan air mata  terjadi di ruang BK, akhirnya masalah ini selesai.
Tiada lagi dendam di antara mereka.
“lyn..bee..sekarang..kita temenan ya..” gumam Sasha dengan suara bergetar.
“ternyata lo..nggak seburuk yang kita kira..lo tegar..” jawab Beatrice dengan suara lembut nya yang khas.
Akhirnya,Emelyn, Beatrice, dan Sasha berteman dan tidak ada lagi permusuhan maupun dendam di antara mereka.
Cerita belum berakhir sampai di sini..
***
“Lyn,lo inget kan? Kejadian beberaa hari yang lalu, mulut lo yang apa tuh,kena eskrim, bola basket apa tuh? Gue lupa.” Seruduk Beatrice saat Emelyn memasuki kelas.
“ish,udah ga perludi inget,inget lagi..” jawab Emelyn dengan nada malas. “ih emelyn ga asik banget ih” rengek Beatrice.
Beberapa detik kemudian Emelyn teringat kejadian di WC saat membersihkan mulutnya dan bertemu seorang cowo. Siapakah dia? Di benak Emelyn mulai bertanya tanya siapakah sosok cowo itu.
“woi,woi,lyn, pagi pagi udah ngelamun” tangan Beatrice melambai lambai di depan wajah Emelyn. Seketika lamunan Emelyn buyar.
Pelajaran di lalui Emelyn dengan masih melayang layangnya sosok cowo itu di pikiranya.
Sesosok wanita bertubuh tambun berdiri di depan Emelyn sambil berkacak pinggang, “Emelyn, kalau kamu tidak mau belajar dengan saya, silahkan keluar.” Perkataan pedas bu Surti membuyarkan semua lamunan Emelyn dan digantikan dengan rasa malu. “i..i..ya.. bu..”.
***
“Lyn,lu kenapa sih..suka melamun belakangan ini? Apa jangan..jang..” celotehan Beatrice terhenti ketika dia melihat sesosok cowo yang selama ini ia suka. Si cowo berlalu begitu saja.
“hayolo bee,lu ngapain?kok ngeliatin orang tadi segitunya? Jangan..jangan..” ledek Emelyn mengulangi kata kata Beatrice tadi.”aah..” ujar Beatrice dengan wajah bersemu merah. ”udah lahh,yuk pulang! Eh tapi emenin gue ke toko buku dulu ya? Plisss...” seru Emelyn sambil menggandeng tangan Beatrice yang masih bersemu.
Setiba di toko buku, Beatrice mulai membuka pembicaraan.
“Lyn, setau gue..sejak SMP lo baru pacaran 1 kali, mm..tapi lo pernah suka nggak sama seseorang?” tanya Beatrice sambil malu malu. Emelyn angsung ngakak melihat Beatrice speechless begitu. “hahahaha..lu lagi jatuh cinta ya bee? Kalo iya lu cerita ga usah pake basa basi gitu. Hakhak” ujar Emelyn yang masih ngakak. Yang di tuduh malah mukanya makin bersemu, sambil merengek rengek  dan memukul mukul pelan lengan Emelyn. “Emelyyyynnnnn!! Udah dong jangan di ketawaiin, iya iya deh gue cerita.” Ujar nya masih bersemu. “nah gitu,hmpfff” ujar Emelyn yang masih menahan tawa. “Tapi gue bayar dulu ya?” emelyn pun berlalu.

***
Emelyn dan Beatrice keluar dari toko buku, dan perjalanan mereka berlanjut ke rumah Beatrice.
Rumah Beatrice memang mewah, Pagar yang tinggi, kolam ikan, Rumput rumput dan bunga bunga menghiasi pekarangan rumah Beatric, tak lupa juga sebuah ayunan besi berwarna putih. Sangat klasik.
“Assalamalaikummmm” ujar Beatrice dan Emelyn serentak.
Bi Sukma, pembantu Beatrice langsung menyambut mereka dengan ramah. “Walaikumsalam, eh non Emelyn, udah lama nggak ke sini...ayo masuk masuk!” ujar bi sukma lengkap dengan logat jawanya.
***
“Jadi gini loh Lyn, gue lagi naksir sama anak kelas 12 , ya..gue  nggak tau namanya.. orangnya..mmm cakep deh” Beatrice membuka pembicaraan.
“Wah, gila. Kok bisa? Orangnya gimana sih, kok lo bisa suka sama diaa?” seru Emelyn bersemangat. “yaa..nggak sengaja ketemu gitu lyn, pada pandangan pertama gitu deh lyn..” ujarnya masih malu malu. “Asik asikkk, Beatrice gue udah  bisa jatuh cinta nih yeee.. padahal yah tuh bee, sekian beberapa cowo yang suka ama lo, lo tolak aja. Gue yakin yang kali ini gak main main.hahaha” seru Emely makin bersemangat. “ya, gue gak berharap banyak sih Lyn,lagian mana mau dia ama gue?”. Gumam Beatrice galau.
“Pokoknya besok lo harus tunjukin yang mana orang nya!” Emelyn berkacak pinggang sambil menunjuk nunjuk Beatrice. “iya iya..lagian kayaknya ini cuman mimpi gue yang terlalu tinggi. Lagian dia juga udah mau tamat kan Lyn?” ujar Beatrice masih galau. “Udaaahh..jodoh kagak kemana mana bee,ohya udah kesorean nih Bee, gue pulang dulu ya?” Emelyn yang udah lumutan mohon undur diri buat pulang. “oke deh,makasih ya lyn lo udah mau dengerin curhat gue.. hati hati di jalan Emelyn sayanggg” ujar Beatrice sambil mengantar Emelyn keluar pagar. “Daaaaaaaahh” Beatrice melambai lambai tangan ke arah Emelyn, “daaaah beatricee” balas Emelyn.
***
Saat berjalan keluar dari kompleks rumah tiba tiba ada Air menyimprat mengotori rok abu abu Emelyn, “Arghhhh..” gumam Emelyn sambil mencari tau siapa yang telah melakukannya. Ternyata adalah sepeda motor yang di kendarai seorang cowo yang bercelana abu abu juga.
“WOIII SIALAN LUUU!! WOII WOII!!!” seru Emelyn marah ke arah cowo itu.Mendengar teriakan Emelyn si cowo berbalik memutar motornya kembali ke arah Emelyn. Si cowo membuka Helmnya.
“EH LO SIALAN, KALO BAWA MOTOR HATII HATT...” Emelyn tidak melanjutkan berkataannya, ternyata si cowo adalah cowo yang dia temui saat membersihkan mulutnya dari es krim di WC waktu itu.” Eh elo..?” tanya Emelyn berubah 180 derajat. Si cowo pun tertawa sambil turun dari motornya.
“haha..elo ya?yang waktu itu..mm..kalo nggak salah yang mulutnya belepotan itu kan ? yang gue sapa nggak nge jawab,trus langsung lari itu..hahaha” Terangnya sambil berceloteh tentang kejadian waktu itu.
Emelyn yang masih speechlesss, masih tidak percaya akan cowo yang selama ini ia cari cari nternyata ada di depannya saat itu sambil menertawainya.
“a..a..nuu..” Emelyn kikuk menjawab. “Ohya,rok lo jadi kotor ya..maaf nona..eh nama lo siapa?” ujarnya santai. “Eme..lyn” lagi lagi Emelyn menjawab kikuk. “oke nona Emelyn, maaf sudah mengotori rok anda..” ujarnya masih dengan santainya. Emelyn yang sudah menenangkan dirinya langsung kembali normal lagi.
“lain kali lo kalo bawa motor liat liat dulu jangan mentang mentang jalanan sepi lu enak aja nyelonor.” Komentar pedas Emelyn membuat si cowo semakin asik untuk mengganggu Emelyn. “Baik,nona Emelyn..Saya minta maaf sekali lagi..saya mohon undur diri dulu..” si cowo berlalu dan naik ke atas motornya. Tapi gerakan si cowo terhenti. Dia ingat Emelyn yang pulang sendirian.
“Mau gue antarin pulang sebagai tanda permintaan maaf gue??” ujarnya santai. Emelyn yang tapa basi basi langsung menyambar tempat duduk belakang.”Jalan A.yani  di deket balai kota  cepetan Gapakelama.” Ujar Emelyn pedas.
Di perjalanan Emelyn dan si cowo mengobrol santai, “Gue belum tau nama lo..”ujar Emelyn. “Zack..nama gue zack.” Jelas si cowo,Zack. “Eh lo Emelyn yang sering ikut olimpiade itu kan?” tanya Zack santai. “iya” jawab Emelyn singkat.
“Lu kelas berapaa emang?”tanya Emelyn lagi masih penasaran. “gue kelas 10 sama ama lo.”jawabnya dengan nada datar. “oh.” Ujar emelyn singkat.
“udah nyampe nih sebelah kiri rumah gue.” Ujar Emelyn.Zack menepikan motornya. “Makasih ya tumpangannya,makasih juga beceknya.” Ujar Emelyn pedas.”Sama-sama, nona..mmm..sial” jawabnya sambil tertawa ngakak dan berlalu pergi sambil menggas kencang motornya.
Emelyn sebal dan berlalu masuk ke rumah.
***
“Ka elynnn” seorang anak kecil berusia 5 tahun menyambut Emelyn. Denny, adik Emelyn satu satunya. “Eh denny..” Emelyn langsung mencium lembut kening adiknya. Dan berlalu menuju dapur.
Karena tau ibunya ada di dapur Emelyn langsung berteriak manja, “Maaaaaaa..” pekik Emelyn. “elyn,kebiasaan pulang ga ngucap salam.” Ujar ibu Emelyn menasehati. “Iya..iya..Assalamualaium ma” ujar Emelyn nakal. “Yee..dasar, udah sana ganti baju, trus makan. bauk banget nih anak ibu.” Ujar ibu Emelyn kembali menasehati.
“hmmmm..” desah Emelyn setelah menghempaskan tubuhnya ke kasur. Zack,dia zack. Setelah kejadian tadi perasaan Emelyn bercampur antara senang,marah,malu, berbunga bunga. Wajah Zack juga masih melayang layang di benak Emelyn, hidung mancungnya, wajah tegasnya, gayanya.. batin Emelyn. “arghhh..kok dia mulu sih!” gumam Emelyn sambil mengacak rambutnya lalu bangkit dari tempat tidur, lalu  berganti baju.
***
Keesok paginya Emelyn berangkat sekolah dengan riangnya. Berharap nanti bisa bertemu dengan Zack lagi. Sebenarnya Emelyn sedang merasakan apa? Jatuh cinta? Mungkin.
“Hai lynnn, sapa Shanie, anak kelas sebelah. “Shanieee, lu cantik banget hari ini.” Entah kenapa Emelyn jadi asal bunyi. Shanie yang jadi salting langsung kesemsem.
 “Elyn..”Sasha yang kebetulan lewat menyapa ramah Emelyn.
“hai sha..” Emelyn balik menyapa.
Setiba di kelas Emelyn dikejutkan dengan suasana ribut ributan. Rino dan Fajri sedang bertengkar. Tiba tiba Rino melayangkan tinju ke arah Fajri.
BRUK.
Tubuh Fajri Terhempas ke arah papan tulis. Suasan semakin riuh, ditambah lagi tidak ada yang berani menengahi mereka. Marah karena tidak ada yang mencegah, Emelyn tanpa ba-bi-bu langsung mendorong dada bidang Rino yang siap ingin Melayangkan lagi tinjunya ke arah Fajri yang sudah KO.
“UDAAAHH STOPPP!!!” teriak Emelyn.
Seisi kelas terdiam.
Nicky langsung berlari keluar kelas mencari guru.
Bu Herlina, langsung memasuk ruang kelas. Dan menemukan sosok Fajri yan gtelah tergeletak lemas di lantai. Sosok Rino yang menyandar ke dinding sambil menundukkan kepala.
“Rino,ikut ibu ke kantor. Yang lain,bantu Fajri, antarkan ke UKS” ujar ibur Herlina spontan.
***
Bersambung....

Rabu, 09 Mei 2012

it's too late to apologize.

Diposting oleh Alya Khaira Nazhifa di 01.15 0 komentar
kembali lagii..  salah satu potongan lirik lagu Apologize-nya One republic.di ketik pake ms.office terus di capture pake snipping tool,lalu di edit pake pixlr . ribet banget ya


another side


song epic.


there's no tittle to be told.



gak jelas ini apa, tapi di lanjutin aja dulu kwk. ceck it out ;)

Sucks.

Emelyn, cewek 15 tahun itu tampak menikmati sekali es krim vanilla nya, Tak sadar sebuat bola basket melayang ke arahnya.
Clup.
 Bola basket itu mengenai es krim vanilla-nya Emelyn,belepotan sudah mulutnya, bukan masalah belepotan es krim Vanilla tapi masalah sakit dan malu nya. Dengan wajah merah padam Emelyn langsung lari tanpa memerdulikan orang  siapa yang telah tega dan siapa saja tokoh tokoh yang melihat kejadian memalukan itu.
   Emelyn langsung mendobrak pintu WC  lalu menyambar wastafel dan cepat cepat  membersihkan  mulutnya  yang  belepotan  es krim vanilla saking sibuk nya membersihkan  mulut nya tak sadar dari tadi ada seorang cowo yang baru keluar dari WC memerhatikannya, “Hai” sapanya, namun Emelyn tidak menggubris perkataan cowo itu dia masih terlalu syok  dan mulutnya masih  perlu didinginkan setelah terkena bola basket tadi. Anehnya, si cowo tetap menunggu sampai Emelyn selesai.
   Selesai Emelyn membersihkan mulutnya, ia mengecek keadaan mulutnya masih utuh atau tidak di cermin, Di belakang nya masih ada cowo tadi. Emelyn menatap cowo itu dengan tatapan horor, membalik badan. “Hai” sapa cowo itu untuk kedua kalinya, dengan kikuk Emelyn hanya membalas dengan senyum kecut, tidak mau di sangka yang tidak tidak Emelyn segera keluar dari WC itu dan kembali ke kelas, tanpa memerdulikan cowo tadi.
  * * *

“Emelyn sayaaaaaaang!!” suara lembut namun lengking Beatrice, Sahabat Emelyn mengagetkan seisi kelas, “Apaan sih bee? Triak triak gitu,kalo gue jantungan gimana?” gumam Emelyn sambil ngelus ngelus bibir nya. “Lah,Elyn,bibir lo kenapa?” tanya Beatrice yang langsung nyadar ada yang aneh pada bibir Emelyn. “duduk dulu deh,bibir gue udah cape nih” Emelyn berlalu ke tempat Duduk mereka, Emelyn duluan membuka pembicaraan, “Sial,sial,sial” umpat Emelyn, Beatrice yang nggak ngerti langsung nimbrung dengan pertanyaan pertanyan  macam ibu yang khawatir pada anak nya , “Lu ngapain aja sih Lyn? Lu nyium tembok? Kalo lo sampe kenapa kenapa gimana?kalo ntar lo masuk rumah sakit dan ga sekolah sampe seminggu gimanaaa?” omel Beatrice yang sudah meremas tangan Emelyn, Emely menepis tangannya yang sudah sakit. “Stop,Stoppp!! udah bibir gue sakit,jangan nambahin penderitaan gue” Emelyn menunjuk nunjuk tanganya. “nah,kalo gitu crita dong.”
 Emelyn bercerita.
                                                      
     “Wah parah tuh,untung aja bibir lo kaga kenapa kenapa, ntar pulang skolah kita cari tu orang!” seru beatrice, tak sadar waktu keluar main yang panjang itu berakhir, bunyi bel tanda masuk sudah berdering, murid murid kembali ke tempat duduknya. Pembicaraan mereka berakhir di situ karena jam pelajaran kali ini adalah Fisika, dimana gurunya paling ganas tanpa ampun siapa lagi kalau bukan Pak Surya. Nggak ada yang berani ngobrol saat pelajaran Fisika di mulai, Pak Surya paling nggak suka sama anak yang ngobrol saat pelajaran berlangsung. Pernah kejadiaan saat itu teman sekelas mereka, Andi mengobrol dengan Randi langsung tanpa ba-bi-bu di keluarin dari kelas dan ga boleh masuk sampe pulang, parah banget ya?. Makanya Emelyn dan Beatrice paling takut ngoceh di pelajaran ini walaupun bisik bisik soalnya Pak Surya itu pendengarannya peka lho. Yaa,bisa bayangin pelajaran Fisika bakalan garing banget.
    Bel pulang sudah berbunyi nyaring, seisi kelas mulai riuh menyiapkan buku buku mereka.
   “Lyn,yuk nyari orang yang udah ngelemparin bola ke elo,dia harus tanggung jawab.” Ajak Beatrice yang langsung menarik tangan Emelyn, “Udah,gapapa biarin aja, kali aja dia ngga sengaja,lagian cara nyarinya gimana?” jawab Emelyn lugu, “Lah itu urusan gampang lyn.” Sahut beatric yang tetap berjalan sambil megangin tangan Emelyn.

***

Emelyn dan Beatrice Keluar dari kelas, Tiba tiba handphone Beatrice berbunyi dengan ringtone Coldplay  - Viva La Vida.
“bee,handphone lo bunyi tuh.”
“iye iye.”
Beatrice merogoh saku rok nya dan meraih handphone nya.
“halo” sapa orang di sebrang.
“ya?maaf ini siapa?”
“gue minta lo sekarang ke belakang sekolah deket labor komputer yang lama, cepetan ga pake lama, kalo nggak,awas.” Ancam orang di sebrang.
Telepon di putus.
Wajah beatrice berubah jadi bingung, perasaannya antara takut, curiga, dan beribu perasangka buruk lainnya.
“siapa bee?kok muka lo pucat gitu?” tanya Emelyn memecahkan pikiran ikiran buruk Beatrice.
“Lyn,ba..ba..rusan yang nelpon nyuruh gue ke deket labor komputer yang lama..lo temenin gue ya?” jawab Beatrice gemetaran.
“udah jangan cemes gitu bee,tenang aja..kalo sampe ada yang ngapa ngapain lo, hadepin gue!” Lagak Emelyn menunjuk dirinya.
***

 “Mana sih orangnya yang ngancem lu itu?”gumam Emelyn yang sudah tidak sabaran. “Mana gue tau lyn.”
“HEH kalian!!” terdengar teriakan cempreng dari belakang yang sudah khas di telinga mereka.  Emelyn dan Beatrice pun menoleh.
“Oh jadi elo?gue kiraiin siapa, ngapain lo pake telpon telpon bee segala hah?” Bentak Emelyn ke Sasha, Kakak kelas mereka yang songong nya minta ampun dan suka cari masalah sama adek kelas , Dilengkapi dengan dua orang bodyguard nya, Jessie dan Mia.
Tak kalah galak Sasha maju dan balik membentak “Heh lo,adek kelas ingusan,kampungan, eiuhh..minggir deh lo, gue punya urusan sama temen tengil lo ini!” Sasha menunjuk ke arah Beatrice yang tampak nya ketakutan.
 Beatrice dan Emelyn adaah dua sahabat yang saling melindungi, di saat Emelyn lagi keki, Beatric yang maju,Tapi kalau soal Sasha Beatrice paling takut. Trauma mendalam.
Emelyn menghadang Sasha yang tampak ingin melayangkan bogem mentah ke arah Beatrice yang sudah pasrah
“Lo mau ngapain hah? Cewe tapi kasar,lo mau nya apa hah?kalo mau adu jotos tuh sono adu boxing jangan main kasar!!” bentak Emelyn dengan galaknya.
Bosan dengan keberanian Emelyn, Sasha lebih memilih mundur dan ingin melakukannya kapan kapan saja.
“sorry,gue gak punya banyak waktu buat cewe sok berani kayak lo,tunggu pembalasan gue BEATRICE !!!” teriak Sasha sambil berlalu pergi, Diikuti dua bodyguard nya.
“DASAR CEWE GAMPANGANN!!!” Teriak Emelyn sambil menatap benci ketiga punggung yang berlalu dengan sok anggun. Emelyn meraih tangan Beatrice yang sudah terduduk lemah. “Bee,Lo gak boleh lemah gitu, kalo misalnya gue lagi nggak sama lo gimana? Lain kali lo jangan nurutin ancaman murahan gitu, ntar lo kenapa kenapa gue nggak bisa liat sahabat gue menderita karena masalah kecil dulu gitu doang.” Gumam Emelyn panjang lebar.
“i..i..ya lyn,gu..gu..e emang lemah..”ucap Beatrice. Beatrice bangkit dari duduknya. Mereka berdua pulang dengan perasaan kacau.
***
Sebelum cerita ini berlanjut, Sebaiknya kita lebih mengenal Emelyn dan Beatrice dulu. Emelyn dan Beatric dilahirkan dengan selisih 2 hari. Emelyn yang asli orang Indonesia, sementara Beatrice yang keturunan Indo-Australia. Ibu Emelyn adalah seorang guru SD, sementara Ibu Beatrice adalah seorang pengusaha besar. Awal mulanya, Saat ibu dan ayahnya Emelyn akan pulang dari rumah sakit, ingin membayar biaya administrasi persalinan Ibu Emelyn, saat petugas menyebutkan jumlah  biaya yang akan di bayar keduanya tidak menyangka akan sebanyak itu. Kebetulan, di detik itu juga,Ibu dan Ayah Beatrice juga akan membayar biaya administrasi. Mereka melihat kejadian itu, Tersentuhlah hati orang tua Beatrice dan mereka berniat untuk membayari, Sempat terjadi tolak menolak dari orang tua Emelyn, karena mana mungkin ada orang sebaik itu dan kenal pun belum. Akhirnya karena terdesak orangtua Emelyn menerima kebaikan orang tua Beatrice. Karena merasa tidak enak hati, Orang tua Emelyn berjanji akan mengganti biaya administrasi tersebut.
Disitulah bermula dimana kedua pasang suami-istri itupun menjadi akrab satu sama lain.
Beatrice dan Emelyn pun tumbuh semakin besar dan sering bermain bersama. Tanpa ada kata perjanjian keduanya seperti saudara. Walaupun  Derajat yang membedakan mereka berdua.
Di sinilah bermula persahabatan bahkan persaudaraan mereka berdua yang udah terikat dari kecil,dan takkan ada yang bisa memisahkan.
***

Ke esokan harinya setelah kejadian sepulang sekolah kemarin, dengan langkah gontai Beatrice menuju kelas. Tiba tiba di depannya berdiri sesosok perempuan berambut panjang terurai, berkulit putih, dan olesan tebal bedak di wajah mulusnya.
Sasha.
Masih dengan dendam lamanya yang meluap kali ini.Beatrice mencoba kabur tapi tangannya sudah di pengang erat erat oleh kedua bodyguard Sasha, Jessie dan Mia. Beatrice di bawa ke gudang lama sekolah. Dengan secercah harapan Beatrice berharap Emelyn datang dan menolongnya. Tapi harapan itu buyar seketika, Setelah tangan Sasha mendarat di pipi beatrice yang putih bersih.
“AGHRRRR” riuh kesakitan Beatrice hasil tamparan Sasha yang penuh dendam.”Itu baru sedikit Beatrice Abigaill!! Gak seberapa yang udah lo lakuin sama gue HAHHAHAHA!!!” teriakan seperti nenek lampirnya Sasha, dan di lanjutkan dengan tertawa dua nenek lampir lagi, Jessie dan Mia.
Setetes kristal bening mengalir lembut di pipi putih bersih Beatrice.
Bel tanda pelajaran di mulai sudah berdering nyaring. Sasha dan kedua bodyguardnya berlalu puas dan meninggalkan Beatric sendirian di gudang yang gelap sendirian dan tak bisa keluar, Sasha menguncinya.

***
“Ran,lu liat Bearice gak? Tumben nih dia telat.”tanya Emelyn kepada Rani, yang juga akrab dengan Emely dan Beatrice.
“wah gue nggak liat tuh..mungkin aja telat.”jawab Rani santai.
Perasaan nggak enak sudah dirasakan  Emelyn. Bergegas dia keluar kelas dan mencari dimanapun Beatrice. Bayangan Sasha melintas di fikrannya, tidak ingin mencari masalah pagi pagi Emelyn mencari ke penjuru sekolah. Pikirannya terbesit ke tempat tempat yang mungkin saja ada Beatrice di sana, gudang,ya mungkin gudang!
GRUBRAK!
Pintu gudang di dobrak paksa Emelyn,feeling nya benar. Beatrice ada di sini. Terduduk sendiri sambil terisak. Beatrice menoleh.”Emelyn?” gumamnya di tengah isakannya.
Emelyn tanpa ba-bi-bu langsung menarik tangan Beatrice untuk segera mungkin keluar dari gudang ini, menurut gosip gosip yang beredar, Gudang ini ada penghuni nya. Makanya Emelyn cemas banget kalau sampai Beatrice kenapa kenapa.
“Beatrice, gue udah tau siapa yan ngelakuin ini semua sama lo,gue akan buat perhitungan.” Desah Emelyn.
Merekapun berlari keluar untuk segera mungkin kembali ke kelas.
“Emelyn,Beatrice, kenapa kalian terlambat? Ada apa?” ibu Kara,guru Bahasa Inggris yang cantik kelihatan kebingungan dengan keadaan yang tidak biasa ini.
“Ada masalah sedikit bu,maaf bu.” Jawab Emelyn singkat dan berlalu ketempat duduk karena masih ngosngos-an. “Kalau ada masalah cerita ke ibu,nah loh,Beatrice kenapa matanya merah?” tanya Bu Kara masih penasaran.karena sudah muak dengan dendam Sasha dengan Beatrice dan Emelyn akhirnya Emelyn menyerah dan lebih memilih menceritakan kejadiannya.
Panjang lebar Emelyn menceritakannya, sudah 15 menit jam pelajaran terpakai,mulai dari bagaimana asal mulanya kenapa Sasha membenci Beatrice dan Emelyn. Teman teman yang lain pun antusias mendengarkan, ada yang simpati, terharu, dan ikut kesal kepada Sasha.
Selesai Emelyn bercerita Ibu Kara memutuskan untuk memanggil Sasha ke ruang BK sepulang sekolah.
Pelajaran Bahasa Inggris pun berlanjut, Di lanjutkan dengan Pelajaran yang lain,Sampai waktunya pulang.
***
Alasan mengapa Sasha dendam dengan Beatrice dan Emelyn hanya simpel. Yaitu: IRI . Sasha hanya iri, mengapa Beatrice labih cantik dari Sasha, sementara sebelum Beatrice dan Emelyn, Sasha lah idola di sekolah ini, Kalau dengan Emelyn, dia tidak secantik Beatrice, hanya saja dengan wajah oriental nya dengan kulit kuning langsat, ditambah dengan kepintarannya di berbagai mata pelajaran serta olimpiade olimpiade yang di menangkan Emelyn membuatnya terkenal di penjuru sekolah. Sedangkan Beatrice, Wajah keturunan indo-Aus , rambut ikal coklat,dan tinggi semampai menghiasi penampilannya. Kebencian Sasha ditambah lagi saat Beatrice tidak sengaja menginjak tali sepatu Sasha dan membuat Gadis itupun terjatuh dan terjerembap ke tanah, Malu dan sakit menambah kebencian Sasha kepada Beatrice, dan di tambah lagi Emelyn yang selalu membela Beatrice.
Mulai saat itu, Sasha sangat membenci Beatrice dan Emelyn. Walaupun masalahnya sangat sepele.
***
Sepulang  sekolah Sasha, Emelyn dan Beatrice di panggil  ke ruang BK untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.
“Bukan saya yang melakukkannya pak!! DIA BOHONG!!!” bentak Sasha, “Tenang,sha,tenang,kita selesaikan ini baik baik.” Pak Mulyo,guru Bk menenangkan Sasha.
Suasana di ruang BK sangat tegang,ini pertama kalinya Emelyn dan Beatrice masuk ke ruang BK dengan masalah khusus.
Setelah berbincang bincang lama, akhirnya Sasha mengakui kesalahannya, Dan meminta maaf, dia bercerita panjang lebar tentang meninggal nya ibunya dan membuat dia menjadi tempramental. Ternyata dugaan orang orang tentang Sasha selama ini salah. Sasha, Gadis yang menyimpan banyak luka di hatinya.

Sasha sudah di tinggal ibunya sejak umur 5 tahun. Sewaktu Ia dan ibunya menyebrang jalan, keduanya di tabrak lari oleh sebuah mobil truk,  Ibu Sasha lebih mementingkan keselamatan Sasha, lalu mendorong nya hingga ketepi jalan, Tidak sempat menyelamatkan diri, Ibu Sasha Tewas mengenaskan terlindas truk. Sasha kecil tak berdosa menyaksikan kejadian itu.
Kejadian yang sangat memilukan hati, setelah di tinggal ibu nya, Sasha menjadi anak yang sensitif, mudah marah, temprament dan sifat sifat buruk lain yang memudarkan kecantikannya.
Pertumpahan air mata  terjadi di ruang BK, akhirnya masalah ini selesai.
Tiada lagi dendam di antara mereka.
“lyn..bee..sekarang..kita temenan ya..” gumam Sasha dengan suara bergetar.
“ternyata lo..nggak seburuk yang kita kira..lo tegar..” jawab Beatrice dengan suara lembut nya yang khas.
Akhirnya,Emelyn, Beatrice, dan Sasha berteman dan tidak ada lagi permusuhan maupun dendam di antara mereka.
Cerita belum berakhir sampai di sini..
***
“Lyn,lo inget kan? Kejadian beberaa hari yang lalu, mulut lo yang apa tuh,kena eskrim, bola basket apa tuh? Gue lupa.” Seruduk Beatrice saat Emelyn memasuki kelas.
“ish,udah ga perludi inget,inget lagi..” jawab Emelyn dengan nada malas. “ih emelyn ga asik banget ih” rengek Beatrice.
Beberapa detik kemudian Emelyn teringat kejadian di WC saat membersihkan mulutnya dan bertemu seorang cowo. Siapakah dia? Di benak Emelyn mulai bertanya tanya siapakah sosok cowo itu.
“woi,woi,lyn, pagi pagi udah ngelamun” tangan Beatrice melambai lambai di depan wajah Emelyn. Seketika lamunan Emelyn buyar.
Pelajaran di lalui Emelyn dengan masih melayang layangnya sosok cowo itu di pikiranya.
Sesosok wanita bertubuh tambun berdiri di depan Emelyn sambil berkacak pinggang, “Emelyn, kalau kamu tidak mau belajar dengan saya, silahkan keluar.” Perkataan pedas bu Surti membuyarkan semua lamunan Emelyn dan digantikan dengan rasa malu. “i..i..ya.. bu..”.
***
“Lyn,lu kenapa sih..suka melamun belakangan ini? Apa jangan..jang..” celotehan Beatrice terhenti ketika dia melihat sesosok cowo yang selama ini ia suka. Si cowo berlalu begitu saja.
“hayolo bee,lu ngapain?kok ngeliatin orang tadi segitunya? Jangan..jangan..” ledek Emelyn mengulangi kata kata Beatrice tadi.”aah..” ujar Beatrice dengan wajah bersemu merah. ”udah lahh,yuk pulang! Eh tapi emenin gue ke toko buku dulu ya? Plisss...” seru Emelyn sambil menggandeng tangan Beatrice yang masih bersemu.
Setiba di toko buku, Beatrice mulai membuka pembicaraan.
“Lyn, setau gue..sejak SMP lo baru pacaran 1 kali, mm..tapi lo pernah suka nggak sama seseorang?” tanya Beatrice sambil malu malu. Emelyn angsung ngakak melihat Beatrice speechless begitu. “hahahaha..lu lagi jatuh cinta ya bee? Kalo iya lu cerita ga usah pake basa basi gitu. Hakhak” ujar Emelyn yang masih ngakak. Yang di tuduh malah mukanya makin bersemu, sambil merengek rengek  dan memukul mukul pelan lengan Emelyn. “Emelyyyynnnnn!! Udah dong jangan di ketawaiin, iya iya deh gue cerita.” Ujar nya masih bersemu. “nah gitu,hmpfff” ujar Emelyn yang masih menahan tawa. “Tapi gue bayar dulu ya?” emelyn pun berlalu.

***
Emelyn dan Beatrice keluar dari toko buku, dan perjalanan mereka berlanjut ke rumah Beatrice.
Rumah Beatrice memang mewah, Pagar yang tinggi, kolam ikan, Rumput rumput dan bunga bunga menghiasi pekarangan rumah Beatric, tak lupa juga sebuah ayunan besi berwarna putih. Sangat klasik.
“Assalamalaikummmm” ujar Beatrice dan Emelyn serentak.
Bi Sukma, pembantu Beatrice langsung menyambut mereka dengan ramah. “Walaikumsalam, eh non Emelyn, udah lama nggak ke sini...ayo masuk masuk!” ujar bi sukma lengkap dengan logat jawanya.
***
“Jadi gini loh Lyn, gue lagi naksir sama anak kelas 12 , ya..gue  nggak tau namanya.. orangnya..mmm cakep deh” Beatrice membuka pembicaraan.
“Wah, gila. Kok bisa? Orangnya gimana sih, kok lo bisa suka sama diaa?” seru Emelyn bersemangat. “yaa..nggak sengaja ketemu gitu lyn, pada pandangan pertama gitu deh lyn..” ujarnya masih malu malu. “Asik asikkk, Beatrice gue udah  bisa jatuh cinta nih yeee.. padahal yah tuh bee, sekian beberapa cowo yang suka ama lo, lo tolak aja. Gue yakin yang kali ini gak main main.hahaha” seru Emely makin bersemangat. “ya, gue gak berharap banyak sih Lyn,lagian mana mau dia ama gue?”. Gumam Beatrice galau.
“Pokoknya besok lo harus tunjukin yang mana orang nya!” Emelyn berkacak pinggang sambil menunjuk nunjuk Beatrice. “iya iya..lagian kayaknya ini cuman mimpi gue yang terlalu tinggi. Lagian dia juga udah mau tamat kan Lyn?” ujar Beatrice masih galau. “Udaaahh..jodoh kagak kemana mana bee,ohya udah kesorean nih Bee, gue pulang dulu ya?” Emelyn yang udah lumutan mohon undur diri buat pulang. “oke deh,makasih ya lyn lo udah mau dengerin curhat gue.. hati hati di jalan Emelyn sayanggg” ujar Beatrice sambil mengantar Emelyn keluar pagar. “Daaaaaaaahh” Beatrice melambai lambai tangan ke arah Emelyn, “daaaah beatricee” balas Emelyn.
***
Saat berjalan keluar dari kompleks rumah tiba tiba ada Air menyimprat mengotori rok abu abu Emelyn, “Arghhhh..” gumam Emelyn sambil mencari tau siapa yang telah melakukannya. Ternyata adalah sepeda motor yang di kendarai seorang cowo yang bercelana abu abu juga.
“WOIII SIALAN LUUU!! WOII WOII!!!” seru Emelyn marah ke arah cowo itu.Mendengar teriakan Emelyn si cowo berbalik memutar motornya kembali ke arah Emelyn. Si cowo membuka Helmnya.
“EH LO SIALAN, KALO BAWA MOTOR HATII HATT...” Emelyn tidak melanjutkan berkataannya, ternyata si cowo adalah cowo yang dia temui saat membersihkan mulutnya dari es krim di WC waktu itu.” Eh elo..?” tanya Emelyn berubah 180 derajat. Si cowo pun tertawa sambil turun dari motornya.
“haha..elo ya?yang waktu itu..mm..kalo nggak salah yang mulutnya belepotan itu kan ? yang gue sapa nggak nge jawab,trus langsung lari itu..hahaha” Terangnya sambil berceloteh tentang kejadian waktu itu.
Emelyn yang masih speechlesss, masih tidak percaya akan cowo yang selama ini ia cari cari nternyata ada di depannya saat itu sambil menertawainya.
“a..a..nuu..” Emelyn kikuk menjawab. “Ohya,rok lo jadi kotor ya..maaf nona..eh nama lo siapa?” ujarnya santai. “Eme..lyn” lagi lagi Emelyn menjawab kikuk. “oke nona Emelyn, maaf sudah mengotori rok anda..” ujarnya masih dengan santainya. Emelyn yang sudah menenangkan dirinya langsung kembali normal lagi.
“lain kali lo kalo bawa motor liat liat dulu jangan mentang mentang jalanan sepi lu enak aja nyelonor.” Komentar pedas Emelyn membuat si cowo semakin asik untuk mengganggu Emelyn. “Baik,nona Emelyn..Saya minta maaf sekali lagi..saya mohon undur diri dulu..” si cowo berlalu dan naik ke atas motornya. Tapi gerakan si cowo terhenti. Dia ingat Emelyn yang pulang sendirian.
“Mau gue antarin pulang sebagai tanda permintaan maaf gue??” ujarnya santai. Emelyn yang tapa basi basi langsung menyambar tempat duduk belakang.”Jalan A.yani  di deket balai kota  cepetan Gapakelama.” Ujar Emelyn pedas.
Di perjalanan Emelyn dan si cowo mengobrol santai, “Gue belum tau nama lo..”ujar Emelyn. “Zack..nama gue zack.” Jelas si cowo,Zack. “Eh lo Emelyn yang sering ikut olimpiade itu kan?” tanya Zack santai. “iya” jawab Emelyn singkat.
“Lu kelas berapaa emang?”tanya Emelyn lagi masih penasaran. “gue kelas 10 sama ama lo.”jawabnya dengan nada datar. “oh.” Ujar emelyn singkat.
“udah nyampe nih sebelah kiri rumah gue.” Ujar Emelyn.Zack menepikan motornya. “Makasih ya tumpangannya,makasih juga beceknya.” Ujar Emelyn pedas.”Sama-sama, nona..mmm..sial” jawabnya sambil tertawa ngakak dan berlalu pergi sambil menggas kencang motornya.
Emelyn sebal dan berlalu masuk ke rumah.
***
“Ka elynnn” seorang anak kecil berusia 5 tahun menyambut Emelyn. Denny, adik Emelyn satu satunya. “Eh denny..” Emelyn langsung mencium lembut kening adiknya. Dan berlalu menuju dapur.
Karena tau ibunya ada di dapur Emelyn langsung berteriak manja, “Maaaaaaa..” pekik Emelyn. “elyn,kebiasaan pulang ga ngucap salam.” Ujar ibu Emelyn menasehati. “Iya..iya..Assalamualaium ma” ujar Emelyn nakal. “Yee..dasar, udah sana ganti baju, trus makan. bauk banget nih anak ibu.” Ujar ibu Emelyn kembali menasehati.
“hmmmm..” desah Emelyn setelah menghempaskan tubuhnya ke kasur. Zack,dia zack. Setelah kejadian tadi perasaan Emelyn bercampur antara senang,marah,malu, berbunga bunga. Wajah Zack juga masih melayang layang di benak Emelyn, hidung mancungnya, wajah tegasnya, gayanya.. batin Emelyn. “arghhh..kok dia mulu sih!” gumam Emelyn sambil mengacak rambutnya lalu bangkit dari tempat tidur, lalu  berganti baju.
***
Keesok paginya Emelyn berangkat sekolah dengan riangnya. Berharap nanti bisa bertemu dengan Zack lagi. Sebenarnya Emelyn sedang merasakan apa? Jatuh cinta? Mungkin.
“Hai lynnn, sapa Shanie, anak kelas sebelah. “Shanieee, lu cantik banget hari ini.” Entah kenapa Emelyn jadi asal bunyi. Shanie yang jadi salting langsung kesemsem.
 “Elyn..”Sasha yang kebetulan lewat menyapa ramah Emelyn.
“hai sha..” Emelyn balik menyapa.
Setiba di kelas Emelyn dikejutkan dengan suasana ribut ributan. Rino dan Fajri sedang bertengkar. Tiba tiba Rino melayangkan tinju ke arah Fajri.
BRUK.
Tubuh Fajri Terhempas ke arah papan tulis. Suasan semakin riuh, ditambah lagi tidak ada yang berani menengahi mereka. Marah karena tidak ada yang mencegah, Emelyn tanpa ba-bi-bu langsung mendorong dada bidang Rino yang siap ingin Melayangkan lagi tinjunya ke arah Fajri yang sudah KO.
“UDAAAHH STOPPP!!!” teriak Emelyn.
Seisi kelas terdiam.
Nicky langsung berlari keluar kelas mencari guru.
Bu Herlina, langsung memasuk ruang kelas. Dan menemukan sosok Fajri yan gtelah tergeletak lemas di lantai. Sosok Rino yang menyandar ke dinding sambil menundukkan kepala.
“Rino,ikut ibu ke kantor. Yang lain,bantu Fajri, antarkan ke UKS” ujar ibur Herlina spontan.
***
Bersambung....

it's too late to apologize.

kembali lagii..  salah satu potongan lirik lagu Apologize-nya One republic.di ketik pake ms.office terus di capture pake snipping tool,lalu di edit pake pixlr . ribet banget ya


 

Loony Diary Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos